I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944; umur 67 tahun) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara seayah maupun dari tiga bersaudara seibu. Ia tinggal di kompleks perumahan besar, yang dihuni sekitar 200 orang, yang semua anggota keluarganya dekat dan jauh, dan punya kebiasaan membaca. Ayahnya, I Gusti Ngurah Raka, seorang pensiunan punggawa yang keras dalam mendidik anak. Semula, ayahnya mengharapkan Putu jadi dokter. Namun, Putu lemah dalam ilmu pasti. Ia akrab dengan sejarah, bahasa, dan ilmu bumi.
Putu Wijaya sudah menulis kurang lebih 30 novel, 40 naskah drama, sekitar seribu cerpen, ratusan esei, artikel lepas, dan kritik drama. Ia juga telah menulis skenario film dan sinetron. Sebagai seorang dramawan, ia memimpin Teater Mandiri sejak 1971, dan telah mementaskan puluhan lakon di dalam maupun di luar negeri. Puluhan penghargaan ia raih atas karya sastra dan skenario sinetron.
Cerita pendek karangannya kerap mengisi kolom pada Harian Kompas dan Sinar Harapan. Novel-novel karyanya sering muncul di majalah Kartini, Femina, dan Horison. Sebagai penulis skenario, ia telah dua kali meraih piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI), untuk Perawan Desa (1980), dan Kembang Kertas (1985). Sebagai seorang penulis fiksi sudah banyak buku yang dihasilkannya. Di antaranya, yang banyak diperbincangkan adalah Bila Malam Bertambah Malam, Telegram, Pabrik, Keok, Tiba-Tiba Malam, Sobat, Nyali.
Pendidikan
SR, Tabanan (1956)
SMP Negeri, Tabanan (1959)
SMA-A, Singaraja (1962)
Fakultas Hukum UGM (1969)
ASRI dan Asdrafi, Yogyakarta
LPPM, Jakarta (1981)
International Writing Programme, Iowa, AS (1974)
Karya dan karier
Teater
Pimpinan Teater Mandiri, Jakarta (1971-sekarang)
Penulis skenario film
Antara lain :
Perawan Desa (memperoleh Piala Citra FFI 1980)
Kembang Kertas (memperoleh Piala Citra FFI 1985)
Ramadhan dan Ramona
Dokter Karmila
Bayang-Bayang Kelabu
Anak-Anak Bangsa
Wolter Monginsidi
Sepasang Merpati
Telegram
Penulis skenario sinetron
Antara lain :
Keluarga Rahmat
Pas
None
Warung Tegal
Dukun Palsu (komedi terbaik pada FSI 1995)
Jari-Jari Cinta
Balada Dangdut
Dendam
Cerpen Metropolitan
Plot
Klop
Melangkah di Atas Awan (penyutradaraan)
Nostalgia
Api Cinta Antonio Blanco
Tiada Kata Berpisah
Intrik
Pantang Menyerah
Sejuta Makna dalam Kata
Nona-Noni
Karya drama
Dalam Cahaya Bulan (1966)
Lautan Bernyanyi (1967)
Bila Malam Bertambah Malam (1970)
Invalid (1974)
Tak Sampai Tiga Bulan (1974)
Anu (1974)
Aduh (1975)
Dag-Dig-Dug (1976)
Gerr (1986)
Edan
Hum-Pim-Pah
Dor
Blong
Ayo
Awas
Los
Aum
Zat
Tai
Front
Aib
Wah
Hah
Jepret
Aeng
Aut
Dar-Dir-Dor
Karya novel
Bila Malam Bertambah Malam (1971)
Telegram (1972)
Stasiun (1977)
Pabrik (1976)
Keok (1978)
Aduh
Bali
Dag-dig-dug
Edan
Gres
Lho (1982)
Merdeka
Nyali
Byar Pet (Pustaka Firdaus, 1995)
Kroco (Pustaka Firdaus, 1995)
Dar Der Dor (Grasindo, 1996)
Aus (Grasindo, 1996)
Sobat (1981)
Tiba-Tiba Malam (1977)
Pol (1987)
Putri
Terror (1991)
Merdeka (1994)
Perang (1992)
Lima (1992)
Nol (1992)
Dang Dut (1992)
Cas-Cis-Cus (1995)
Karya cerpen
Karyanya yang berupa cerpen terkumpul dalam kumpulan cerpen Bom (1978)
Es (1980)
Gres (1982)
Klop
Bor
Protes (1994)
Darah (1995)
Yel (1995)
Blok (1994)
Zig Zag (1996)
Tidak (1999)
Karya Novelet
MS (1977)
Tak Cukup Sedih (1977)
Ratu (1977)
Sah (1977)
Karya esai
Karya esainya terdapat dalam kumpulan esai Beban, Kentut, Samar, Pembabatan, Klise, Tradisi Baru, Terror Mental, dan Bertolak dari yang Ada.
Penghargaan yang telah diterima
Pemenang penulisan lakon Depsos (Yogyakarta)
Pemenang penulisan puisi Suluh Indonesia Bali
Pemenang penulisan novel IKAPI
Pemenang penulisan drama BPTNI
Pemenang penulisan drama Safari
Pemenang penulisan cerita film Deppen (1977)
Tiga buah Piala Citra untuk penulisan skenario (1980, 1985, 1992)
Tiga kali pemenang sayembara penulisan novel DKJ
Empat kali pemenang sayembara penulisan lakon DKJ
Pemenang penulisan esei DKJ
Dua kali pemenang penulisan novel Femina
Dua kali pemenang penulisan cerpen Femina
Pemenang penulisan cerpen Kartini
Hadiah buku terbaik Depdikbud (Yel)
Pemenang sinetron komedi FSI (1995)
SEA Write Award 1980 di Bangkok
Pemenang penulisan esei Kompas
Anugerah Seni dari Menteri P&K, Dr Fuad Hasan (1991)
Penerima Profesional Fellowship dari The Japan Foundation Kyoto, Jepang (1991-1992)
Anugerah Seni dari Gubernur Bali (1993)
Tanda Kehormatan Satyalancana Kebudayaan Presiden RI (2004)
Kegiatan lainnya
Wartawan majalah Ekspres (1969)
Dosen teater Institut Kesenian Jakarta (1977-1980)
Wartawan majalah Tempo (1971-1979)
Redaktur Pelaksana majalah Zaman (1979-1985)
Dosen tamu teater dan sastra Indonesia modern di Universitas Wisconsin dan Universitas Illinois, AS (1985-1988)
Related Post:
BB SMANSATA
- Latihan Fitness, Berlatih Sukses
- Apakah Teknik Menulis Rewriting Merupakan Tindakan Spam?
- Simoncelli dan Wheldon perpanjang daftar kematian pebalap
- LEBAH MADU
- LUBANG HITAM
- Gerakan 28 Oktober 2011 Bukan Main-main
- Melanjutkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
- W. S. Rendra
- Chairil Anwar
- Mochtar Lubis
- Sitor Situmorang
- Kuantar ke Gerbang
- Di Atas Viaduct (Bandung dalam Puisi Indonesia)
- Jurnalisme dan Politik di Indonesia
- Kretek Jawa, Gaya Hidup Lintas Budaya
- The Coke Machine, Kebenaran Kotor di Balik Minuman Ringan Favorit Dunia
- Syukur Tiada Akhir
- Panji Tengkorak, Kebudayaan dalam Perbincangan
Sastrawan Indonesia
0 komentar:
Posting Komentar
Blog ini telah ber-status Do-Follow, jadi banyak-banyak kamu ber-komentar ya