Rabu, 26 Oktober 2011 | 15:54 WIB
JAKARTA, TRIBUN - Desakan untuk melepas jabatan Presiden dan wakilnya semakin deras di kalangan masyarakat. Tidak ada henti-hentinya selama ini, bahkan berbagai elemen masyarakat akan tumpah ruah menyambut moment sumpah pemuda untuk menurunkan sang Presiden RI.
Hal ini terbukti dari berita yang dikabarkan oleh sejumlah elemen masyarakat. Diantarannya yakni Gerakan pemuda, Mahasiswa, Buruh, Seniman dan Budayawan. Bahkan dikabarkan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat saat ini.
Seperti yang di ungkapkan oleh seorang Mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, bahwa siang ini mereka (para mahasiswa) akan menggelar Jumpa pers untuk konsolidasi gerakan 28 Oktober Mahasiswa se-Jakarta.
"Siang ini pukul 13.00 di depan gedung YLBHI, Jakarta Pusat, kami akan jumpa pers tentang konsolidasi Mahasiswa dari berbagai Universitas se-Jakarta. Itu untuk gerakan 28 Oktober. Tuntutan kami tetap tegas yaitu turunkan SBY-Boediono," ujarnya saat ditemui tribunnews.com, saat menyiapkan atribut Konsolidasi di depan kantor YLBHI, Jakarta, (26/10/2011).
Tidak hanya itu, bahkan menurutnya, para mahasiswa ini akan mendirikan Posko Konsolidasi untuk gerakan tersebut mulai hari ini. "Ya kami akan buat posko tersebut. Gerakan ini bukan main-main, mungkin ini menjelang puncak aksi kami untuk menumbangi SBY," Ujarnya.
Selain para mahasiswa, juga dikabarkan oleh gerakan kaum buruh Indonesia yang masuk dalam barisan KAJS (Komite Aksi Jaminan Sosial) yang dari awal mereka hanya menuntut segera sahkan RUU BPJS, karena kecewa, justru akan menuntut yang lebih ektrem lagi pada 28 Oktober 2011 nanti.
"Jika pada 28 Oktober nanti RUU juga masih gagal disahkan maka KAJS menuntut pertanggungjawaban SBY-Boediono dengan meminta mereka mundur karena gagal memenuhi janji politik untuk mensejahterakah rakyat dan buruh Indonesia," ujar Said Iqbal, Sekjend KAJS saat dihubungi wartawan, Rabu (26/10).
Senada dengan itu, dari LSM Forum Anti Korupsi juga telah bersiap untuk turun kembali untuk menuntut turunya SBY-Boediono. Menurutnya, SBY dan Boediono telah gagal dalam mengawal reformasi hukum di Indonesia. "Ya kami sedang galang massa untuk 28 Oktober. Tetap untuk rezim yang korup agar tumbang," ujar Humas FAK, Ema saat hubungi Tribunnews.com, (25/10/2011).
Sementara, tadi malam juga demikian, para seniman dan budayawan menggelar aksi prihatinnya dengan pemimpin bangsa ini. Bahkan mereka menganggap bahwa UUD 1945 sudah diamanden oleh Pengianat Bangsa saat ini.
"UUD 1945 yang sangat mulia untuk bangsa ini telah di amanden sebagaimana rupa oleh para penghianat bangsa, negara ini sudah dijual untuk asing, mari bung rebut kembali," ujar Anto Baret dalam gelegar orasi puisi musiknya, di Gelanggang Remaja Bulungan, Selasa Malam (25/10/2011).
http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/113901/gerakan-28-oktober-2011-bukan-main-main
Related Post:
Artikel
BB SMANSATA
- Latihan Fitness, Berlatih Sukses
- Apakah Teknik Menulis Rewriting Merupakan Tindakan Spam?
- Simoncelli dan Wheldon perpanjang daftar kematian pebalap
- LEBAH MADU
- LUBANG HITAM
- Melanjutkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
- W. S. Rendra
- Chairil Anwar
- Mochtar Lubis
- Putu Wijaya
- Sitor Situmorang
- Kuantar ke Gerbang
- Di Atas Viaduct (Bandung dalam Puisi Indonesia)
- Jurnalisme dan Politik di Indonesia
- Kretek Jawa, Gaya Hidup Lintas Budaya
- The Coke Machine, Kebenaran Kotor di Balik Minuman Ringan Favorit Dunia
- Syukur Tiada Akhir
- Panji Tengkorak, Kebudayaan dalam Perbincangan
0 komentar:
Posting Komentar
Blog ini telah ber-status Do-Follow, jadi banyak-banyak kamu ber-komentar ya